13 Januari 2019

BERSYUKUR


Bismillahirrohmanirrohiim....
Allohumma Sholi’ala Muhammad wa ‘alaa aaliy Muhammad

Alhamdulillah hari ini bisa menyempatkan waktu luang untuk menulis blog lagi. Ada banyak catatan yang rencana mau di tulis dalam blog ini, namun hari Jum’at tanggal 11 Januari 2019 ini aku mendapatkan sentuhan rohani yang luar biasa. 

Kejadian ini terjadi pada Sholat Jum’at. Ketika sedang mendengarkan khutbah jum’at aku pun menyimak dengan seksama. Khotib menyampaikan tentang kehati-hatian kita dalam bekerja dan mencari hanya yang halal. Karena apa yang kita dapatkan dari tempat kerja itulah yang akan di berikan kepada istri dan anak-anak. Jangan sampai mereka memakan makanan yang subehat/ cara yang tidak baik. Karena memberikan makan kepada keluarga dengan cara yang subehat tersebut akan masuk ke badan, menjadi darah dan daging sehingga yang memakannya sulit mendapatkan hidayah.
Setelah khutbah selesai, kami pun sholat Jum’at bersama. Ketika itulah ada yang tegah di samping kiri aku orang yang udah tua sekitar umurnya 50 tahun lebih. Bukan masalah usia dan udah tua namun ketika kami sedang ruku’ bapak di sebelah tadi tangan kirinya menggantung yang semestinya memegang kedua dengkulnya. Begitu juga dengan bangun dari sujud, kaki kirinya tidak berdaya untuk membantu bangung. Kaki kananlah yang bekerja dan tangan kanannya lah yang membantu untuk bangung. 

Ketika itulah hatiku bergemuruh. “maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S Ar-Rahman: 13). Seakan-akan Alloh berbicara dengan keadaan di depan mata kepala sendiri. Alloh seakan menegur, kamu punya kedua tangan lengkap, kuat tanpa ada rasa sakit, kamu mempunyai kedua kaki yang utuh tanpa cacat sehingga kamu bisa melangkah kemana saja yang kamu mau. Selain itu, pendengaran dan penglihatan masih tajam. Apakah kamu masih mau mengeluh tentang keinginan kamu yang besar? Bisakah kamu lebih bersyukur dengan keadaan kamu saat ini karena di samping kamu masih kurang beruntung? 

Masih dalam sholat pada rakaat yang kedua, akupun tak bisa menahan tangis. Mata ini berlinang air mata membasah pipi ini oleh rasa bersalah dan rasa bersyukur yang banyak terhadapa Alloh yang sudah memberikan banyak nikmat. Nikmat yang tidak terbeli oleh apapun. Terimakasih ya Alloh sudah menegurku dengan pandanganku dan menghadirkan langsung di samping hamba. Semoga kita lebih banyak bersyukur dengan keadaan kita saat ini. Keadaan saat ini adalah keadaan yang terbaik di berikan oleh Alloh SWT kepada kita dan tugas kita kerjakan yang terbaik untuk bekal bertemu denganNya kelak.

01 Januari 2019

SHOLAT FARDHU BERJAMAAH SELAMA 40 HARI

Bismillahirrohmanirrohiim....

Assalamu’alaikum  wrwb

Setelah berhenti sejenah dari menulis, hari ini akhirnya bisa menulis lagi di lama blogspot. Semoga ini menjadi penyalur emosi dan rasa ingin berbagi pengalaman yang pernah penulis dapatkan.
Pernah mungkin di antara kita yang bingung memulai sesuatu dari mana. Atau ketika sedang di persimpangan jalan, pilih mana jalan terbaik maka memulainya dengan memperbaiki sholat kita. Sebelum sholat maka perbaiki wudhu yang benar, berurutan. Sebelum wudhu terlebih di perbaiki apa yang kita makan apakah sudah halal lagi baik.

Untuk para laki-laki, sholat fardu yang terbaik adalah di laksanakan secara berjamaah di masjid. Setiap langkah menuju  masjid akan menggugurkan dosa dan di angkat derajatnya. Sangat di sayangkan bila setiap panggilan sholat tidak dilaksanakan secara berjamaah.

Bila kita dapat melaksanakan sholat berjamaah secara ikhlas selama empat puluh hari tanpa  ketinggalan takbiratul ihrom maka Alloh memberika dua keutamaan yaitu bebasnya dari (siksa) api neraka dan bebasnya dari sifat munafik, sebagaimana di riwayatkan oleh Imam al-Tarmidzi dari ibnu Malik r.a bahwasanya ia berkata, Rasulullah shalallahu’alalihi wassalam telah bersabda yang artinya:
“Barang siapa sholat karena Alloh selama empat puluh hari secara berjamaah dengan mendapatkan Takbir yang pertama (Takbiratul ihrom), maka kepadanya ditulis dua kebebasan, yakni kebebasan dari (siksa) api neraka dan kebebasan (selamat) dari sifat munafik.”

Bersyukurlah bagi kamu yang bisa melaksanakan sholat karena Alloh dan tidak ketinggalan Takbiratul Ihrom selama empat puluh malam. Mungkin terasa berat untuk melaksanakan namun bila terlaksana 40 hari maka hari selanjutnya akan terasa lebih mudah.

Yuk kita sholat berjamaah di Masjid. Dapatkan pahala dan fadhillah yang lainnya.


02 September 2017

HARI RAYA IDUL ADHA 1438 H



1 September 2017 dijadikan hari libur nasional sebagai hari raya Idul Adha atau disebut juga hari raya Qurban. Hari raya Qurban bertepatan dengan 10 Dulhijjah dimana umat Islam yang melaksanan haji sedang berkumpul di Arafah. Setelah satu hari di Arafah, sorenya berjalan menuju ke Musdalifah. Hadir di Arafah adalah salah satu rukun Haji. 

Dis seluruh belahan dunia, 10 Dulhijjah sebagai hari raya Idul  Adha dimana disyariatkan bagi kaum muslimin yang mempunyai kemampuan harta untuk berqurban berupa hewan ternak. Hewan qurban tersebut bisa berupa kambing, sapi, kerbau atau unta. 

Peringatan hari raya Qurban ini tidak terlepas dari kisah kehidupan dan keimanan nabi Alloh Ibrahim AS. Beliau hidup lama dengan istrinya namun belum dikaruniai anak. Beliupun berdoa: Robbi Habli Minassholihin. Istri beliau yang sudah tua secara akal sehat tidak bisa hamil lagi. Namun ketika Alloh SWT berkehendak, tanpa berkompromi dengan manusia, tanpa minta pertimbangan dengan Malaikat. Allah SWT hanya bilang: Kun Fayakun maka terjadilah. 

Setelah nabi Alloh Ibrahim As melihat istrinya sudah ada tanda-tanda hamil maka beliau pun berdoa: Robbana Hablana Min Aswadina Waduriatina Qorrotaayun  Wa'jangalna Lilmutangima Imama. Setelah kelahiran anak laki-laki nabi Alloh menyambut dengan gembira, memberinya nama yang baik yaitu Ismail. Setelah besar, nabi Alloh mendapatkan perintah untuk menyembelih nabi Ismail. Mendapatkan perintah tersebut, nabi Ismail menerimanya dengan penuh keimanan dan dengan izin Allah digantinya Nabi Ismail dengan seekor kambing. 

Demikianlah ujian para nabi Alloh yang luar biasa dalam mempertahankan iman. Keimanan nabi Alloh IbrahimAs sudah tidak diragukan lagi, namun Alloh tetap mengujinya dengan meminta apa yang dicintainya meskipun itu nyawa. Kelahiran anak yang bertahun-tahun dimohon lalu dikabulkan, setelah lahir dan dibesarkan diminta Alloh kembali. 

Lalu bagaimana dengan kehidupan kita saat ini? Sudahkan kita berkorban untuk Alloh? Seberapa besar kita berkorban untuk Alloh? 

Bagi perokok, membeli sebungkus rokok seharga rp 15.000/bungkus setiap harinya sudah biasa. Namun untuk membeli kambing sampai lima tahun juga belum bisa. Sudahkah berkorban harta untu Alloh? Atau kita sering pegang hanphone. Setiap hari selalu ada waktu untuk nelpon, sms, what’s up, up date status atau sekedar browsing. Waktu untuk pegang handphone tersebut bisa berjam-jam. Sudahkan berkurban waktu lima menit untuk membaca Ayat-Ayat Alloh yaitu membaca dan mempelajari Al-Quran setiap harinya?

Selain waktu ketika pulsa habis tidak perlu nunggu lama untuk membelikan pulsa. Sekali isi paling kecil rp. 20.000 bahkan mungkin bisa sekali isi 50.000. Namun, sebandingkan waktu mengisi pulsa dengan  berkorban/membelanjakan harta rp. 20.000 ke jalan Alloh? Bila tidak sempat membaca Al-Quran setiap harinya, sudahkan kita membaca  surat Al-Ikhlas 20 kali setiap harinya? Itu semua pengorbanan masih berupa waktu dan harta, belum nyawa. 

Semoga hari raya Idul Adha kali ini memberikan pencerahan bagi kita semua, menyempatkan untuk berkorban waktu dan harta ke jalan Alloh SWT. Aamiin. 

Dikutip dari ceramah KH. Syafe’i Yunus di masjid Al-Ikhlas, perumahan Griya Srimulya, Sematang Borang, Palembang. 1 September 2017

12 September 2016

AGAMA Di DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang


beberapa hari ini ada perasaan terusih ketika membaca komentar di media sosial. Ada yang bilang kalau memilih pemimpin itu jangan bawa-bawa agama. Ada juga yang bilang ini urusan bisnis, g usah bawa-bawa agama. Itulah beberapa contoh membuat perasaan terusik. Kenapa semua merasa tersinggung dan menolak bila membawa dikedepankan dibandingkan akal? Bisakah berakal dan akalnya untuk beriman kepada Tuhan?


Islam agama yang aku anut mengajarkanku tata tertib dari bangun tidur hingga pergi tidur. Ada doa dan etika didalamnya. Aku menyadari bila pelaksanaannya belum sepenuhnya benar namu aku yakin benang merah antara boleh dan tidak boleh. Agama mengajarkan kita berlaku baik kepada orang tua, tetangga, kawan, sesama makluk hingga pada alam disekitar kita. Selain agama apakah ada yang mengajarkan berbagai hal tersebut?


Kalau memang ada yg mengajarkan selengkap agama, coba sebutkan dan jelaskan?


Sebagai orang muslim dalam sehari semalam paling tidak berjanjanji kepada Allah bahwa  sholatnya, apapun yg dikerjakannya, hidupnya dan matinya dilakukan karena Allah SWT. Sekarang bagaimana memperlakukan dalam kehidupan sehari-hari apakah sudah sesuai dengan janji yang di ucapkan atau belum.


Terimakasih sudah membaca blog ini, tulisan ini sebagai koreksi saya pribandi dan semoga bermanfaat buat para pembaca.


Sagala puji milih Allah,  Tuhan semesta alam.