Hai jiwa yg tenang...
Salah satu rukun iman adalah percaya atau iman terhadap kitab suci alquran. Maka tidak ada keraguan didalamnya. Setiap ayat yang ada adalah memberikan petunjuk kepada manusia.
Bagi jiwa yang galau atau bimbang akan lebih baik membaca ayat suci Al-Quran surat al-Baqqaroh ayat 25. Terasa tenang deh membaca artinya..
Pembuatan blog ini berawal dari keinginan untuk menuangkan apa yang ada didalam pikiran dan hati ini. Merangkai dari kata-kata menjadi kalimat lalu menjadi suatu paragraf yang bisa enak dibaca. Berbagi pengalaman dari diri sendiri, orang lain dan dari lingkungan sekitar.Siapapun bisa memberikan saran yang membangun demi kesempurnaan tulisan dimasa mendatang. Selamat membaca tulisan-tulisan ini
06 Juli 2016
29 Mei 2015
BERSYUKUR
Bismillahirohmannirohim
Segala puji milik Allah SWT yang telah memberikan nafas pada
kita semua. Setiap hari kita menghirup udara dengan lega tanpa hambatan dan
semua itu gratis alias diberikan Cuma-Cuma. Itu dari sekian banyak nikmat Allah
yang diberikan kepada kita semua. Bila manusia menghitung nikmat Allah yang
berikan kepada manusia pasti tidak akan bisa menghitungnya. Di jelaskan dalam
Al-Qur’an Nahl:18 yang artiny: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah,
niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Nilai duit rp 2 milyar mungkin sudah banyak. Tapi nilai duit
tersebut bisa dihitung tapi bagaimana dengan nikmat Allah yang banyak. Karena saking
banyaknya, nikmat tersebut tidak bisa dihitung. Pertanyaannya: Apakah Allah
meminta kita untuk mengembalikan nikmat yang sudah diberikannya kekita? Jawabannya
tidak, Allah hanya meminta kita bersyukur. Itu aja.
Bersyukur, itulah yang harus kita lakukan atas
nikmat Allah. Cara bersyukur tentu banyak cara yang dilakukannya seperti
melakukan sholat lima waktu secara berjamaah, tepat waktu, bersedekah, dan lain
sebagainya. Semoga kita lebih banyak lagi bersyukur kepada Allah SWT. Amin.
16 Mei 2015
PERINGATAN ISRA DAN MIRAJ 1436 HIJRIAH
Kali ini hari peringatan Isra dan Miraj 1436 atau pada hari
sabtu, 16 Mei 2015 diadakan di Masjid al-ikhlas perumahan Griya Srimulya.
Masjidnya di deket rumah sendiri sih. Dibawahan oleh ustad Ali.
Riwayat ustad ini pernah belajar di Universitas di Kairo selama
7 tahun dan balik lagi ke tanah kelahiran yaitu Palembang. Pernah menjadi ustad
di tanah Papua selama beberapa bulan di Masjid dilingkungan PT. Freeport
Indonesia. Disana ada Masjid paling ujung dari pemukiman warga, pas kebetulan
nama masjidnya sama yaitu masjid Al-Ikhlas.
Setelah menyinggung tentang latar belakang ustad sekarang
saatnya mulai ceramah tentang isi dari peringatan Isra dan Miraj ini. Isra ini
adalah perjalan malam hari yang dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.
Sedangkan Miraj adalah perjalanan malam hari dari masjidil Aqsa ke Sidrotul
Mutaha (setelah melewati 7 langit).
Secara logika/akal sehat bagaimana mungkin perjalanan yang
begitu jauh dari masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dengan mengendarai Buroq bisa dilakukan
dalam beberapa saat. Kejadian ini tertuang dalam Al-Quran surat Al-Isra ayat
1-18. Dalam kalimat pertama di artikan: Maha Suci Allah…. Kajian dari kalimat
tersebut adalah perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammat S.A.W adalah murni
kehendakNya tidak malalui perantara Malaikat-malaikatnya. Terkadang hal ini
tidak bisa diterima oleh akal pikiran tapi bisa diterima dengan Iman atau
dengan hati yang bersih.
Lalu berapa kecepatan Buroq tersebut? Diriwatyatkan oleh
Bukhori dan Muslim bahwa kecepatan Buroq itu adalah kecepatan Cahaya. Silahkan dicari
didata statistic berapa kecepatan cahaya. Setelah dari Masjidil Aqsa maka
diangkat ke Sidrotul Mutaha dengan melawati langit pertama hingga langit ke
tujuh. Perjalan ini tidak nyata tidak hanya ruh tapi jasad Nabi Muhammad S.A.W
juga ikut. Selama perjalanan tersebut didampingi
oleh Malaikat Jibril tapi setelah langit ketujuh Malaikat Jibrilpun tidak bisa
masuk. Hanya Nabi Muhammad S.A.W saja yang bisa masuk. Disana Nabi Muhammad
S.A.W menerima perintah langsung dari Allah untuk mendirikan sholat.
Bila kita melakukan amal kebajikan seperti menyantuni anak
yatim piatu, berbuat baik kepada suami/istri,anak, orang tua dan orang lain
maka itu dengan berkenaan dengan sesama manusia. Bila Sholat itu langsung
berhadapan dengan Allah. Allah pemilik yang ada dilangit dan apa yang di bumi. Dengan
mendirikan sholat, manusia akan mengetahui siapa sang penciptanya. Dengan sholat
yang tenang bisa menjadi khusu dan dengan sholat bisa mencegah dari perbuatan
yang keji dan mungkar. Tidak ada tuhan selain Allah.
Demikian ceramah dari Ustad Ali, semoga iman kita bisa
bertambah tebal. Amin
27 Desember 2014
Langganan:
Postingan (Atom)
