Pembuatan blog ini berawal dari keinginan untuk menuangkan apa yang ada didalam pikiran dan hati ini. Merangkai dari kata-kata menjadi kalimat lalu menjadi suatu paragraf yang bisa enak dibaca. Berbagi pengalaman dari diri sendiri, orang lain dan dari lingkungan sekitar.Siapapun bisa memberikan saran yang membangun demi kesempurnaan tulisan dimasa mendatang. Selamat membaca tulisan-tulisan ini
27 Desember 2013
NATAL 2013
Natal 2013 barusan berlalu dan sebagain umat merayakannya. Sebagian yang lain ikut libur bekerja, sekolah atau mungkin libur dari rutinitas. Sebagai rasa hormat bagi yang merayakannya, pemerintah meliburkan setiap tanggal 25 Desember. Bentuk libur ini sebagai suatu penghormatan pemerintah terhadap rakyatnya.
Melakukan sesuatu mesti sesuai dengan keyakinan (iman/percaya) namun bila ada keraguan tentu tidak salah bila melihat bagaimana proses dari kejadian di masa Lalu : http://www.youtube.com/watch?v=H9sb8vqmpW8 lalu di teruskan ke pembicaraan: http://www.youtube.com/watch?v=M44qZ9RKa9M serta di lakukan tanya jawab: http://www.youtube.com/watch?v=tqeP3KSvD3w
Apabila Anda menyimak dari video-video tersebut hingga tuntas, kesimpulan tetap di tangan pemirsa. Bila mengimani sedangkan yang diimani tidak pernah menyebut untuk menyembah maka hal tersebut menjadi keraguan dan hal tersebut tidaklah benar. Apabila Anda yakin bahwa Tuhan itu satu, tidak Dia tidak beranak dan tidak di peranakkan (Q.112 Ayat 1-4) atau bisa dilihat juga dalam Qur'an Surat An nahl ayat 36. Disana Jelas ada perintah untuk menyembah Allah.
Semoga tulisan dan referensi video tersebut bisa menambah wawasan dan ketebalam iman kita. Amin
Reference:
http://www.youtube.com/watch?v=TJv9gVVqYUM
http://www.dudung.net/quran
http://www.jesoes.com/
15 Oktober 2013
BAPAK DAN IBU
BAPAK DAN IBU,
Sudah beberapa tahun ini anakmu ini tidak ketemu. Lama tidak bisa tatap muka secara langsung, hanya bisa mendengar suara dan mendapatkan kabarmu disana dalam keadaan sehat. Ketika mengingat ketika masa kecil dahulu, ibulah yang selalu memberikan semangat untuk terus menatap masa depan.
Ketika masa sekolah kelas 2 setingkat sekolah menengah pertama, aku pernah mendapatkan kejadian ketika pulang dari sekolah ketika naik sepeda terjatuh keaspal karena disenggol oleh kawan. Karena kejadian tersebut sempat terlintas untuk tidak masuk dan meneruskan sekolah. Sempat libur hingga satu minggu dan sempat ikut kesawah saja karena kehilangan semangat untuk meneruskan sekolah.
Dikala patah semangat dan kehilangan arah tersebut, ibu selalu memberikan motivasi dan mebujuk untuk bisa masuk dan meneruskan sekolah. Karena sudah kelas dua maka minimal harus lulus dahulu sehingga nantinya tidak menyesal seperti kakaknya yang hanya lulus sekolah dasar. Hampir setiap hari, ibu selalu memberikan bimbingan sebelum waktu tidur. Sangat terasa bagaimana tulusnya kasih sayang ibu kepada anaknya ketika mendapatkan ujian tersebut.
Ibu, semenjak mengandung, melahirkan, mendidik hingga mengantarkan ke pernikahan adalah bagian yang tidak bisa terlewati. Bagian-bagian itulah terpenting dari tugas dan tanggung jawab dari seorang ibu kepada anaknya. Semua orang tua, terutama ibunya pasti menginginkan anaknya jauh lebih tinggi darinya. Apapun dilakukan agar anaknya 'mentas' dan bisa menjadi 'orang'.
Kasih sayang ibu tidak bisa diungkapkan ataupun ditulis sepanjang blog ini. Orang tua tidak banyak menuntut untuk dikembalikan kasih sayangnya. Namun orang tua akan bangga bila anaknya bisa menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Mengirimkan do'a setelah sholat, memberikan/mengajarkan ilmu yang bermanfaat untuk orang lain dan memberikan kebaikan bagi orang lain.
Semoga kita bisa menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Amin.
Sudah beberapa tahun ini anakmu ini tidak ketemu. Lama tidak bisa tatap muka secara langsung, hanya bisa mendengar suara dan mendapatkan kabarmu disana dalam keadaan sehat. Ketika mengingat ketika masa kecil dahulu, ibulah yang selalu memberikan semangat untuk terus menatap masa depan.
Ketika masa sekolah kelas 2 setingkat sekolah menengah pertama, aku pernah mendapatkan kejadian ketika pulang dari sekolah ketika naik sepeda terjatuh keaspal karena disenggol oleh kawan. Karena kejadian tersebut sempat terlintas untuk tidak masuk dan meneruskan sekolah. Sempat libur hingga satu minggu dan sempat ikut kesawah saja karena kehilangan semangat untuk meneruskan sekolah.
Dikala patah semangat dan kehilangan arah tersebut, ibu selalu memberikan motivasi dan mebujuk untuk bisa masuk dan meneruskan sekolah. Karena sudah kelas dua maka minimal harus lulus dahulu sehingga nantinya tidak menyesal seperti kakaknya yang hanya lulus sekolah dasar. Hampir setiap hari, ibu selalu memberikan bimbingan sebelum waktu tidur. Sangat terasa bagaimana tulusnya kasih sayang ibu kepada anaknya ketika mendapatkan ujian tersebut.
Ibu, semenjak mengandung, melahirkan, mendidik hingga mengantarkan ke pernikahan adalah bagian yang tidak bisa terlewati. Bagian-bagian itulah terpenting dari tugas dan tanggung jawab dari seorang ibu kepada anaknya. Semua orang tua, terutama ibunya pasti menginginkan anaknya jauh lebih tinggi darinya. Apapun dilakukan agar anaknya 'mentas' dan bisa menjadi 'orang'.
Kasih sayang ibu tidak bisa diungkapkan ataupun ditulis sepanjang blog ini. Orang tua tidak banyak menuntut untuk dikembalikan kasih sayangnya. Namun orang tua akan bangga bila anaknya bisa menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Mengirimkan do'a setelah sholat, memberikan/mengajarkan ilmu yang bermanfaat untuk orang lain dan memberikan kebaikan bagi orang lain.Semoga kita bisa menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Amin.
25 September 2013
12 September 2013
UJIAN
Ketika ketika mau masuk kerja, sekolah atau kuliah kita
sering diminta untuk melakukan test atau salah satu persyaratan yang harus
dilakukan. Bila hasilnya bagus dan memenuhi syarat maka kemungkinan akan
diterima.
Dalam kehidupan, begitu juga ada kala persyaratan yang harus
dilalaui agar manusia bisa lulus dan menerima ganjaran. Persyaratan yang harus
ditempuh dengan waktu tertentu harus dilakukan agar bisa dikatakan lulus. Sayangnya
persyaratan tersebut terkadang tidak langsung terlihat sehingga kadang hal
tersebut bukanlah syarat agar nantinya bisa mendapatkan imbal balik.
Ketika manusia mengenal Tuhannya, maka manusia akan
mendapatakan cara agar dia tidak menyimpang agar mendapatkan syurga. Maka dari
itu, adalah semacam koridor kehidupan yang bisa menjadi panduan dalam melakukan
ujian tersebut. Ada aturan yang bisa menjadi panduan agar manusia bisa sampai
disana, maka ada aturan bahwa setiap tindakan akan dicatat dan dihitung dari
sejak kita balik (mulai bisa membedakan mana yang baik dan buruk).
Apakah persyaratan/ujian yang diberikan Tuhan selalu dalam
bentuk yang susah? Ternyata tidak, ujian tersebut ada yang baik misal banyak
duit. Ketika mendapatkan uang yang bisa dikatakan banyak, apakah banyak pula
sedekah,infak atau sodakoh yang dikeluarkan? Tidak ada yang miskin ketika orang
banyak berinfak atau mendermakan duitnya untuk kabaikan.
Langganan:
Postingan (Atom)
















