23 November 2012

MENULIS dan BERKOMUNIKASI

Salah satu sara mendistribusikan emosi adalah dengan menulis di blog pribadi ini. Terkadang inspirasi ini muncul dan mulai jari jemariku menekan keyped lalu terus menulis.

sebagian orang kesulitan untuk memulai menulis blog atau hanya sekedar cerita pendek, padahal tiap hari menulis up date status, coment, dan lainnya. Bila itu terjadi semestinya kita bisa memulai menulis untuk mendistribusikan emosi yang ada. Sebagian menulis sebagai sarana distribusi emosi namun sebagian yang lain mempunyai cara lain.

Sudah beberapa tahun ini, aku tidak ketemu dengan kawan-kawan lama. Sedikit banyak sudah pasti banyak berubah, dari hal pekerjaan, status hingga cara komunikasi. Seperti halnya aku sendiri, ketika itu aku adalah pribadi yang pendiam dan terkadang menjawab omongan lawan bicara tidak nyambung. Meski pernah mengikuti mata pelajaran komunikasi tapi ternyat aplikasi dilapangan tidaklah mudah dan terkadang hal-hal yang sedikit nakal bisa menjadi pemanis dalam komunikasi.

Saat ini aku sudah 3 tahun tidak bertemu dan ketika aku berkomunikasi, mereka memberakikan banyak input salah satunya perubahan perilaku. Aku bilang, aku tidak berubah perilakunya hanya gaya komunikasi saja yang berubah. Dahulu pendiam tapi saat ini banyak ngomong dan lebih cap cus..... karena di dunia pemasaran, gaya komunikasi adalah hal penting dan gaya komunikasi adalah hal bisa dilakukan oleh siapa saja asal mau belajar.


14 November 2012

PULAU KETAWAI

TRIO WEK2

BERANGKAT


WELCOME TO KETAWAI ISLAND

 SHOW OFF
BERANGKAT 2


 SHOW 1

PERSIAPAN MAKSI

SHOW 2

SHOW 3




 SENYUM MANIS

 
 AMANDA & IJ@L

 

 
JUMP TOGETHER

07 September 2012

KEPADA KEDUA ORANG TUAKU



Sudah empat tahun ini anakmu tidak pulang, terutama ketika lebaran adalah moment terpenting untuk bisa sungkem dan memohon maaf secara tatap muka. Kadang dalam hati kecilku bilang, apakah aku ini termasuk anak yang tidak berbakti kepada kedua orang tua? 

Disini aku sedang bekerja untuk mencari nafkah bagi istri dan anak. Mungkin tidak banyak menabung dan belum cukup untuk bisa nengok kedua orang tuaku. Dilain sisi, aku sangat sulit untuk bisa mengambil cuti langsung seminggu dari tempat kerja. Setiap lebaran, aku hanya bisa bersilaturomi via telephone dan tidak bisa bertatap muka secara langsung. 

Namun demikian, banyak hal yang bisa aku syukuri. Salah satunya adalah kedua orang tuaku dalam keadaan sehat wal’afiat. Serta masih bisa bekerja untuk mencari kebahagiaan serta ‘ngemong’ cucu-cucunya.  Dalam tulisan ini, aku harap bisa menjadi bagian dari apa yang aku rasa dan mendoa’akan agar Allah menyayangi kedua orang tuaku seperti mereka menyanyangiku ketika aku kecil.  Ketika aku  kecil orang tuaku tidak pernah menyerah mengajariku untuk berdiri, berjalan, berbicara serta berjuang untuk anaknya. Ibu, sangat jelas didepan mata bagaimana engkau mengajari aku untuk bangun pagi-pagi hari, bekerja keras di sawah, pantang menyerah, orang yang ulet,  rela bekerja hingga keluar desa, bahkan mencari kayu bakar di hutan untuk bisa menyisipkan uang untuk bisa membayar ssp. Engkau juga mengajariku bagaimana aku berbicara sopan, persuasife, tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan  masalah.  

Bapak dan Ibu, maafkan putramu ini. Saat ini belum bisa pulang kampung dan dengan ini putramu, menantu, cucu serta keluarga dari Palembang memohon maaf atas segala salah, khilaf, kelalaian dan kepada Allah kami memohon ampun.


                                                                                                                                                          

02 September 2012

garuda

Lambang Negara menjadi tutup tempat sampah.

Foto diambil tanggal 29 Agustus 2012 jam 18.15.
Lokasi: Simpang semambung, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung