Susahnya belajar iklas. Memberikan sesuatu tanpa mengharapkan untuk kembali. Tidak menyinggung apa yg sudah diberikan, tidak membicaran akan pemberiannya kepada orang lain adalah suatu pembelajaran yg sangat berharga dan perlu latihan.
Tuhan memeberikan kesehatan kepada semua makluk dibumi baik yg menyembah-Nya maupun yg tidak. Suatu pelajaran yg sangat berharga dalam kehidupanku...
Semoga Dia selalu memberikan bimbingan dan selalu mengingat akan segala nikmad....amin
Pembuatan blog ini berawal dari keinginan untuk menuangkan apa yang ada didalam pikiran dan hati ini. Merangkai dari kata-kata menjadi kalimat lalu menjadi suatu paragraf yang bisa enak dibaca. Berbagi pengalaman dari diri sendiri, orang lain dan dari lingkungan sekitar.Siapapun bisa memberikan saran yang membangun demi kesempurnaan tulisan dimasa mendatang. Selamat membaca tulisan-tulisan ini
01 Agustus 2010
16 Juni 2010
20 April 2010
Musi 2
25 Maret 2010
Pembeli VS Penjual
Penjual dan pembeli sering kita jumpai di dalam pasar. Baik itu pasar tradisional maupun pasar modern namun penjual dan pembeli bertemu lalu melakukan transaksi pembelian.
Dalam keseharian ternyata kita bisa menjadi penjual maupun pembeli. Sering kita tidak sadar bahwa kita bisa menjadi posisi itu kapan saja dan dimana saja. Coba kita lihat dari institusi/lembaga Bank. Bank (penjual) akan memberikan fokus kepada para calon nasabahnya (pembeli). Bank akan memberikan pelayanan yang terbaiknya kepada para nasabahnya lewat pegawai yang dipunya, teknologi yang dimiliki serta nilai imbal balik yang mungkin tidak dipunyai oleh bank lain.
Disisi lain Bank tersebut menjadi pelanggan bagi perusahaan lain, Asuransi misalnya karena adanya kerjasama dibidang pembayaran (outo debit,dll). Hal ini saling terkait dan bisa berubah dari penjual menjadi pembeli.
Dalam kehidupan sehari-hari kita juga bisa menjadi penjual dan kadang menjadi pembeli. Misal kita bekerja dalam bidang pemasaran, kita akan berusaha sekuat tenaga, kemampuan, kemahiran untuk bisa menjual produknya (barang dan/ jasa). Jelas tenaga pemasar tersebut mengetahui betul bagaimana tentang pemasaran yang kadang dituntut untuk atraktif dalam menggaet pembeli.
Namun, disisi lain seorang pemasar tersebut menjadi pelanggan dari bank yang memberikan kartu kredit. Disini posisi seorang pemasar tersebut menjadi seorang nasabah (pembeli) oleh bank yang menerbitkan kartu kredit.
Begitulah dinamika dalam sendi kehidupan yang kadang kita tidak sadar bahwa kitapun bisa menjadi seorang penjual dan di lain sisi kita juga bisa menjadi seorang pembeli atas produk lainnya.
Dalam keseharian ternyata kita bisa menjadi penjual maupun pembeli. Sering kita tidak sadar bahwa kita bisa menjadi posisi itu kapan saja dan dimana saja. Coba kita lihat dari institusi/lembaga Bank. Bank (penjual) akan memberikan fokus kepada para calon nasabahnya (pembeli). Bank akan memberikan pelayanan yang terbaiknya kepada para nasabahnya lewat pegawai yang dipunya, teknologi yang dimiliki serta nilai imbal balik yang mungkin tidak dipunyai oleh bank lain.
Disisi lain Bank tersebut menjadi pelanggan bagi perusahaan lain, Asuransi misalnya karena adanya kerjasama dibidang pembayaran (outo debit,dll). Hal ini saling terkait dan bisa berubah dari penjual menjadi pembeli.
Dalam kehidupan sehari-hari kita juga bisa menjadi penjual dan kadang menjadi pembeli. Misal kita bekerja dalam bidang pemasaran, kita akan berusaha sekuat tenaga, kemampuan, kemahiran untuk bisa menjual produknya (barang dan/ jasa). Jelas tenaga pemasar tersebut mengetahui betul bagaimana tentang pemasaran yang kadang dituntut untuk atraktif dalam menggaet pembeli.
Namun, disisi lain seorang pemasar tersebut menjadi pelanggan dari bank yang memberikan kartu kredit. Disini posisi seorang pemasar tersebut menjadi seorang nasabah (pembeli) oleh bank yang menerbitkan kartu kredit.
Begitulah dinamika dalam sendi kehidupan yang kadang kita tidak sadar bahwa kitapun bisa menjadi seorang penjual dan di lain sisi kita juga bisa menjadi seorang pembeli atas produk lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)