27 Mei 2009

5 W IN OUR ACTiVITIES

Dear all,

Long time no see my blogger web site and it is make me feel something lose.. Lama tidak menulis dalam blog dan sekarang keinget untuk nulis....


Kita sering mendapatkan 5W (What, When, Where, Who and Why) dalam wawancara kerja. Hal ini memang sangat mendasar pertanyaan tersebut tapi menurut saya 5W tidak hanya dipakai dalam wawancara tapi kita bisa terapkan dalam kegiatan sehari-hari kita. Mungkin kita bisa terapkan 5W dalam kegiatan kerja kita sehari-hari. Misalnya, pernahkan ada bertanya kepada diri sendiri: What should i do today? atau mungkin juga bisa pertanyaan sepert: Why i do this? Where the most place make me better? kalimat lainnya juga bisa: When i start to do this activities?

Kekuatan 5W dalam kegiatan sehari-hari sangat berguna baik motivasi maupun sebagai pendorong untuk melakukannya. Hal yang penting lainnya adalah bagaimana 5W itu bisa saya lakukan.

Apakah 5W sudah cukup untuk saat ini? Menurut saya sih mestinya ada 1 W lagi yang perlu ditambahin yaitu: Way. Dengan Tambahan tersebut bisa menjadi cara bagaimana melakukan yang terbaik.

that all......

30 Maret 2009

PLAN YOUR MIND

Kita setiap harinya mempunyai kesibukan masing-masing. Mulai dari yang sedang belajar di sekolah atau kampus, bekerja hingga mereka yang sudah pensiun dan mengasuh cucu dirumah. Yang jelas kesibukan itu membuat orang akan 111

Dengan berbagai kegiatan tersebut kita mempunyai ritme/rutinitas pekerjaan yang sudah kita sesuaikan dengan kemampuan kita. Hingga kita cenderung mempunyai kebiasaan yang sama setiap harinya. Semakin kita rutin dengan pekerjaan/aktivitas yang kita lakukan setiap harinya, secara tidak langsung kita selalu menggunakan otak kiri untuk bekerja. Taukah bahwa otak kiri cenderung bekerja untuk menghitung dan melakukan kegiatan yang sudah rutin dikerjakan.

PLAY WITH YOUR MIND
Kemampuan otak kiri untuk menghitung dan melakukan kegiatan yang sudah kita lakukan dari yang sebelumnya membuat kita malas untuk melihat sesuat baik itu persoalan yang dihadapai maupun yang akan akan datang dari sisi lain atau dari sudut yang berbeda. Kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut yang berbeda membutuhkan latihan untuk bisa menggunakan otak kanan. Otak kanan yang cenderung bekerja secara tidak wajar seperti mengartikan warna dengan persepsi seseorang, imanjinasi, menggambar dan bernyanyi.

Emosion atau passion yang kita punya bermain diotak kanan. Disini sangat besar bagaimana membuat seseorang bermain dari yang abstrak menjadi real dalam kehidupan. Dulu ada yang berimanjinasi seseorang untuk bisa terbang seperti burung. Saat ini banyak sarana yang bisa digunakan untuk terbang seperti burung. Sarana tersebut dapat berupa pesawat terbang, parlayang, gandole dan lainnya. Ini salah satu bukti bahwa berimajinasi dari yang abstrak/tidak terbayang menjadi kenyataan dalam kehidupan.

PLAY WITH YOUR IMAGINATION
Bagi mereka yang sudah duduk menjadi orang sukses menjadi pengusaha, pengacara, hingga menjadi pemimpin Negara banyak bermula dari mimpi/ imanjinasi lalu diiringi dengan bekerja keras, pantang menyerah serta memanjatkan doa. Hal yang abstrak pun bisa menjadi kenyataan.

Lalu bagiamana kita bisa meniru seperti mereka? Hal kecil yang kita bisa kita lakukan adalah bermimpi dan berimajiasi bahwa kita seperti orang yang besar yang sudah terlebih dahulu sukses. Kita bisa mimpi bahwa orang sukses itu mesti berani mengambil resiko dengan perhitungan yag matang.

Mimpi tidak membutuhkan banyak energy dan biaya. Kita hanya dituntut mimpi seperti orang yang kita inginkan. Secara tidak langsung kita sudah bisa mendorong otak kanan untuk bisa bekerja. Selanjutnya tinggal pengembangan dengan imanjinasi yang lainnya. Tentu imajinasi yang positif dan optimis.

BAHAGIA

Ini adalah keputusan terbesar setelah menikah. Aku memutuskan mengundurkan diri dari tempat kerja yang lama, yang sudah saya anggap tempat kerja itu seperti anggota keluarga. Aku bekerja di family health international 8 tahun lebih dan banyak pengalaman yang bisa didapatkan.

Salah satu hal yang tidak dapat terlupa dari tempat kerja adalah bisa meneruskan sekolah hingga tingkat sarjana. Mungkin banyak orang tidak seberuntung aku bisa menyelesaikan sekolah dan dapat bekerja. Meski bekerja masih pada tingkat staff terbawah tapi semangat untuk maju terus ada.

Setelah memutuskan untuk menikah pada pertengahan tahun 2008 maka aku memutuskan lagi untuk mengadu nasib di perusahaan distributor farmasi untuk cabang Palembang, Sumatera Selatan. Bila ditempat kerja sebelumnya banyak bekerja didalam ruangan namun saat ini bekerja justru jarang didalam ruangan.

Hal yang sangat kontras dengan tempat bekerja yang lama membuat adaptasi sedikit susah namun aku yakin pasti hal itu bisa diatasi dengan berjalannya waktu. Ritme bekerjapun harus diubat hingga aku harus bisa mengubah gaya bahasa sampai pada bagaimana komunikasi. Saat ini dituntut bisa ngomong, mempengaruhi serta menyakinkan aka apa yang kita tawarkan kepada orang yang kita tuju.

NEW CHALLENGE
Namun dari kejadian itu semua, banyak ilmu yang didapatkan dari bangku kuliah yang tepakai. Salah satunya adalah bagaimana kita bisa berkomunikasi secara baik dengan para klien, mengerti betul apa yang kita tawarkan, menyadari akan adanya pesaing serta menggunakan strategi yang tepat untuk bisa memenangkan pasar (kue) yang ada.

Tidak hanya itu, saat ini dituntut untuk bisa bekerja secara mandiri, cekatan certa fast learning. Seperti pepatah bilang, bila kita tidak berubah maka perubahan itu akan mengubah kita. Perubahan itu dinamis seiring dengan berjalannya waktu.

Keputusan ini adalah terbesar kedua setelah menikah. Aku bekerja demi mendekatkan istri agar cepat menjalani hidup seperti layaknya keluarga lain. Hubungan jarak jauh banyak memakan waktu, tenaga, pikiran serta materi yang tidak sedikit. Meski penghasilan besar namun bila jarakya jauh maka bisa jadi income yang didapatkan habis untuk ongkos wora-wiri. Ada kesamaan antara bekerja ditempat jauh ataupun bekerja dekat dengan keluarga yaitu bahagia. Orang rela bekerja apa aja (as my decision), ambil resiko apa saja asal dia mendapatkan kebahagiaan.

20 Maret 2009

New Callange

Kata orang belajar itu tidak mengenal usia. Dari mulai TK hingga yang tingkat Sarjana entah itu sarjana 1 hingga 3. Namun belajar tidak mengenal usia. Ketika orang sedang belajar maka dia terus tumbuh dan tumbuh bagaimana daya fikir dan pengetahuan.

Perubahan itu tidak bisa dielakkan dan kalau kita tidak berubah, maka perubahan yang akan mengubah diri kita. Perubahan itu terjadi secara dinamis seiring bergulirnya waktu.

Saat ini, aku coba untuk belajar merubah mine set dari social profit ke profit aja. Bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan yang membeli products kita.

Banyak hal yang bisa aku ambil dan pelajari dan ini benar-benar ilmu baru yang sering diajarkan waktu kuliah. Saat ini mesti diterapkan dalam dunia nyata.

So, never late for study....